Poems

Detik demi detik telah berlalu sampai akhirnya ku sadari
ku terjebak dalam roman ini
kadang asaku memaksaku tuk pergi dan melupakannya
tapi di lain waktu suara hati kecilku menentangnya

semua ini membuatku bingung, yah bingung
kala senja semakin gelap bagiku
apakah hari-hariku telah menjadi malam yang gelap
akankah pagi yang cerah datang disertai suara burung berkicau?

lembaran masa telah kulewati,
ribuan cerita telah kujalani
ribuan senyum dan tangis pun telah mengalir di wajahku
tapi apakah ini, ku masih tak mengetahuinya

apakah keegoisanku yang menutup mataku
apakah keegoisanku yang menutup hatiku
apakah keegoisanku yang menutup ruang di otakku
apakah otakku terlalu rasional bagimu?
ataukah aku berada di saat yang salah?

lorong itu semakin kelam
kakiku diam, hatiku berdetak
menunggu, menunggu sesuatu yang tak pasti
akankah kulihat cerah di ujung sana?
atau hanya tangisan akibat keegoisanku?

aku hanyalah orang biasa yang tekadang tak dapat melukiskan isi hatiku
aku memang bukan pujangga yang dapat membat ribuan sayir ataupun pantun
aku hanyalah seorang anak yang hanya bisa berharap
berharap suatu hari kelak kukan melihat pagi

yah pagi,
pagi yang indah dan melihat senyummu di pagi itu…
disertai udara sejuk yang memasuki darahku..

I hope..

=====FIN=====
djakarta, april 2008

Category: Uncategorized
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>